Tidak lama lagi saya akan memenuhi undangan dari sebuah tempat wisata yang berada di Lembang. Rupanya di sebuah kecamatan wilayah Kabupaten Bandung Barat ini terdapat sebuah area wisata dengan ciri khas belanja secara terapung. Apa nama tempat tersebut? Ikuti saja ceritanya karena saya akan melakukannya pada 19 Mei 2013 - Saya akan posting artikelnya setelah dikunjungi, insya Allah :)
Ngomongin tentang
wisata Bandung, saya pikir tidak akan habis-habisnya. Kenapa? Sebab, di Bandung segala hal yang berhubungan dengan wisata memang tersedia. Dari seluruh penjuru mata angin Bandung kita bisa mencari informasi tentang
wisata Bandung, beneran!
Mau contoh? Nih ... 8 km dari kota Bandung ke arah utara, pembaca bisa mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, di tempat wisata ini terdapat Curug Dago sebagai hulu yang mengairi sungai Cikapundung. Dan masih di utara, puncak tertingginya terdapat gunung Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Perahu berarti gunung terbalik. Menurut dongeng mitos, Sangkuriang menendang perahu yang dibuatnya ke arah utara Bandung hingga nangkub atau terbalik.
Sedangkan 40 km arah selatan dari kota wisata Bandung terdapat objek wisata yang bernama Kawah Cibuni, di kawasan wisata Bandung ini terdapat perkebunan Rancabali. Alasan kenapa dinamai Cibuni, karena berada di lingkungan perkebunan teh Cibuni. Lanjut ke arah 45 km masih arah selatan kota
wisata Bandung, terdapat objek wisata bernama Situ Patengan. Situ Patenggang atau Situ Patengan merupakan sebuah danau yang terdapat di daerah
wisata Bandung Selatan, tepatnya di Ciwidey dan berada di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut. Pemandangan Situ Patengan terbilang sangat eksotik dan layak (recommended) untuk dikunjungi.
Kemudian kita coba balik ke arah barat - sebelum kita ke utara - di barat, tepatnya 45 km arah barat laut,
wisata Bandung memiliki objek yang namanya Situ Lembang. Posisi Situ Lembang berada di antara gunung Burangrang, gunung Tangkuban Perahu, dan gunung Sunda. Situ atau danau, Situ Lembang merupakan danau buatan yang dikelola oleh Perum Perhutani unit 3 Jawa Barat. Situ Lembang dijadikan objek
wisata Bandung dengan luas wilayahnya sekitar 70 hektar dan 40 hektar didominasi oleh perairan.
Kini kita menuju
wisata Bandung arah utara, dari arah ini informasi tentang objek wisata yang bisa BlogerSoreang sebutkan, salah satunya adalah Caringin Tilu (bahasa Indonesia: Beringin Tiga). Di sini (Caringin Tilu), wisatawan bisa melihat keindahan Bandung di malam hari. Memang, sensasinya akan 'dapat' bila di malam hari. Jadi untuk menikmati Bandung di Caringin Tilu harus rela menempuh perjalanan menanjak menggunakan motor atau mobil. Perjalanan dimulai dari jalan raya Padasuka, Cicaheum, setibanya di Caringin Tilu, sambil menikmati kota
wisata Bandung di malam hari, pengunjungnya bisa juga menikmati jajanan serupa bandrek, mi goreng, mi rebus, serta takketinggalan, nasi goreng.
See? Bener kan pernyataan saya?
Wisata Bandung itu memang sangat lengkap dari segala arah mata angin. Adapun untuk kota Bandung, tak jauh dari titik pusat kotanya terdapat beberapa landmark atau ciri khas sisa sejarah di masa lampau. Setidaknya terdapat 10 landmark di kota
wisata Bandung. 10 peninggalan sejarah di masa lalu tersebut antara lain;
- Gedung Sate,
- Monumen Perjuangan,
- Gedung Museum Geologi,
- ITB (Institut Teknologi Bandung),
- Villa Isola,
- Masjid Raya Bandung,
- Savoy Homann,
- Gedung Merdeka,
- Museum Konferensi Asia Afrika, serta
- Monumen Bandung Lautan Api.
Bangunan sebagai sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut di atas perlu sekali menjadi perhatian pejabat terkait
wisata Bandung Sebab apabila tidak diperhatikan, sama artinya dengan tidak pernah belajar dari pengalaman yang telah terjadi. Tidak sedikit bangunan bersejarah dibiarkan musnah. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Sebagai contoh, di kawasan cagar budaya Braga, terdapat bangunan bersejarah berupa bangunan tempat tinggal penjahit presiden pertama Indonesia, bung Karno, August Savelco. Bangunan yang sempat terbakar sekitar 15 tahun silam, kini sudah taknampak keasliannya sebab sudah diratakan dengan tanah. Padahal bangunan yang beralamat di jalan Braga nomor 68 itu telah ada sejak jaman Belanda.

Dan satu lagi yang takboleh dilupakan oleh pembaca seputar
wisata Bandung ... Takjauh dari pusat kota Bandung, cobalah menuju arah Timur dan temukan jalan Gatot Subroto.
Di jalan Gatsu -sebutan untuk jalan Gatot Subroto di Bandung- terdapat bangunan moderen yang spektakuler bernama
Trans Studio Bandung.
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas Bahasa Indonesia disebutkan,
Trans Studio Bandung merupakan wahana bermain di dalam ruangan terbesar di dunia yang dibangun pada 2011. Gedung Trans Studio Bandung merupakan bangunan terbesar kedua setelah sebelumnya, Trans Corp sukses mendirikan gedung yang sama di kota Makasar pada 2009. Semua wahana yang terdapat di Trans Studio Bandung disesuaikan dengan program yang terdapat di televisi Trans7 dan TransTV.
Well, demikianlah Sekilas tentang
Wisata Bandung yang bisa Bloger Soreang sajikan. Semoga bisa menjadi artikel menarik dan menjadi pegangan bagi pembaca yang hendak berwisata di Bandung.
Happy Travelling!
Artikel ini dibuat untuk mengikuti, "Trans Studio Bandung Blog Competition".